
Setiap perubahan tentunya membawa efek yang ditimbulkan, antara positif dan negatif mungkin itulah ungkapan yang pas. Berbeda dengan Lexus SC430 berikut ini, pengaruh modifikasi secara lembut perlahan justru memperlihatkan sebuah perbaikan dan penegasan imej berkarakter. Hal ini ditambah dengan tampang sporty-nya yaitu berpintu dua alias coupe, merupakan salah satu faktor yang menguatkan gayanya.
Sedan buatan Jepang yang dikhususkan untuk pasar Eropa ini oleh sang tuner banyak dirubah pada sisi eksteriornya. Setiap lekuk bodinya merupakan perpaduan dari bodi kit hasil rancangan WALD Executive. Sedikit rada gambot dengan penampilannya kini, namun kesan sebagai sedan bertampang sport tetap dapat dipertahankan. Kehadiran bumper depan dengan gaya yang baru ditambah piranti grill membuat wajah agresifnya semakin nyata.
.png)
Merambah ke sisi perangkat roda terdapat piranti suspensi dengan sistem coilover lansiran TEIN, pemakaian suspensi tersebut cukup membuat handling dan performa semakin handal saat dipacu. Sementara untuk bagian chassis juga ditambahkan dengan sway bar penunjang kestabilan putaran setir dan membangun rasa nyaman ketika dikendarai. Velg bintang lima berlapis chrome dihadirkan untuk mempercantik tampilannya.
Tidak terdapat perubahan yang sangat kental pada segi dapur pacunya. Karena sang modifikator hanya berpedoman pada prinsip bodi ekterior saja yang dibangun. Sekedar membuat garang raungan mesin, perangkat exhaust racing dari Blitz Exhaust turut diaplikasikan pada mesinnya.
.png)
.png)
Sama halnya dengan mesin, interior Lexus SC430 ini juga tak mendapat sentuhan khas. Fitur pabrikan sepertinya cukup memuaskan hati sang owner. Kelebihan yang justru ditawarkan dari Lexus berkelir putih tersebut yakni terletak pada perubahan roof spoiler di atapnya, sehingga dua tipe dapat diraih sekaligus, untuk coupe ataupun sebagai roadster. Hal ini berfungsi pula sebagai penutup kelemahan standarisasi interior.
Teori ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu.
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya..png)
.png)
.png)
.jpg)