Macam – macam gaya dalam olahraga renang
v Gaya bebas
v Gaya dada
v Gaya Punggung
v Gaya Kupu – kupu
2.3. Renang Gaya Bebas
1. Posisi Badan
posisi badan harus horizontal. Walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar posisi badan sejajar / horizontal yaitu :
v Dahi dan telinga jangan sampai berada di atas permukaan air
v Punggung dan pantat sedikit berada di atas permukaan air
v Otot – otot perut dan leher rilek.
2. Gerakan Kaki
gerakan kaki pada renang memberi dorongan ke depan mengatur keseimbangan tubuh. Adapun cara melakukan gerakan kaki pada renang gaya bebas adalah :
v Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha sampai dengan ujung jari
v Pada waktu gerakan kaki ke bawah harus disertai cambukan dari pergelangan kaki.
v Gerakan kaki ke atas dilakukan lemas (rilek) jangan sampai keluar dari permukaan air.
v Gerakan kaki ke atas dan ke bawah dilakukan secara bergantian.
Bentuk – bentuk latihan gerakan kaki, antara lain :
v Menggerakkan kedua kaki naik turun secara bergantian sambil duduk di pinggir kolam.
v Dengan sikap salah satu tangan memegang parit kolam dan tangan yang lain membentuk sudut siku kedua lurus ke belakang kemudian gerakan naik turun secara bergantian dengan sumber gerakan pada pangkal paha.
v Latihan gerakan kaki sambil meluncur.
Demulai dari pinggi kolam dengan salah satu kaki mendorong dinding, kemudian sambil meluncur kedua kaki digerakkan naik turun dengan sumber gerakan pada pangkal paha.
3. Gerakan Tungkai
dalam renang gaya bebas, tungkai kaki yang utama adalah sebagai stabilisator dan sebagai alat untuk menjadikan kaki tetap tinggi dalam keadaan streamline. Sehingga tahanan menjadi kecil.
Cara melakukan gerakan tungkai adalah sebagai berikut.
v Tungkai digerakkan dari pangkal paha
v Lutut dan pergelangan kaki melentur
v Ujung kaki lurus
v Dua atau empat atau delapan gerakan tungkai tiap tua gerakan lengan.
4. Gerakan Lengan
gerakan tangan gaya bebas dibagi menjadi 3 tahap yaitu :
v Gerakan menarik (pull)
Dari posisi lurus ke depan, lengan ditarik silang di bawah dada dengan siku dibengkokkan.
v Gerakan mendorong (push)
Setelah siku mencapai bidang vertical bahu, dilanjutkan dengan mendorong sampai lengan lurus ke belakang.
v Istirahat (Recovery)
Setelah gerakan mendorong selesai dan tangan lurus ke belakang dilanjutkan dengan mengangkat siku keluar dari air diikuti lengan bawah dan jari – jari secara rileks digeser ke depan permukaan air kemudian jari – jari dimasukkan ke dalam air.
Teknik gerakan lengan pada renang gaya bebas :
v Siku tinggi (di atas air dan di air)
v Telapak tangan rendah saat di atas air
v Pergelangan tangan ke dalam saat memulai
v Tarikan lengan terpusat pada alur pola gerak
v Ibu jari menyentuh paha
v Pola gerakan lengan adalah pola gerakan huruf “s”
v Ada dorongan kelajuan
Bentuk – bentuk latihan gerak lengan :
v Berdiri di darat atau di kolam yang dangkal, kedua kaki dibuka selebar bahu, badan dibungkukkan ke depan dan kedua tangan lurus ke depan
v Lakukan gerakan menarik, menendang, dan recovery seperti teknik yang telah dijelaskan diatas, dengan kedua tangan secara bergantian.
v Latihan gerakan lengan sambil meluncur, dimulai dari pinggir kolam, gerakan kaki bebas (boleh digerakkan atau tidak)
Gerakan – gerakan lengan pada renang gaya bebas perperan sebagai tenaga atau penggerak di samping sebagai pengatur keseimbangan tubuh.
5. Mengapung
mengapung dilaksanakan dengan posisi awal berdiri. Mengapun yang dimaksud adalah mengapun pasir di tempat (mengapung jongkok telungkup). Dalam renang yang sangat mendukung teknik mengapung adalah dorongan dan tahanan. Jadi setiap gerakan maju dari seorang perenang, tergantung dari kekuatan tahanan dan dorongan.
Tahanan adalah kekuatan yang menahan perenang untuk kembali yang disebabkan oleh air yang menahannya untuk ke depan
Dorongan adalah kekuatan yang menyebabkan perenang maju yang dihasilkan oleh gerakan kaki dan lengan.
Tahanan dalam renang ada tiga tipe, yaitu :
1. Tahanan depan (frontal resistance)
2. Tahanan gesekan air ( skin tiction)
3. Tahanan pusaran air ( Eddy resistance)
Setiap tahanan yang disebabkan letak badan yang tidak tepat, akan mengurangi kecepatan perenang.
6. Meluncur
luncuran dalam renang gaya bebas pada hakikatnya sama dengan luncuran gaya renang yang lain (kecuali gaya punggung atau telentang),
luncuran ada dua macam, yaitu :
a. Luncuran Pasif
Adalah luncuran yang diakibatkan oleh kegiatan orang lain yang menolong. Luncuran ini dapat dilakukan dengan cara :
v Luncuran dengan pertolongan dua orang
v Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan cara menarik lengannya.
v Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan cara didorong tungkainya.
v Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan didukung (dipegang perut dan pahanya)
b. Luncuran aktif, ada 2 macam yaitu :
v Luncuran aktif dari dinding kolam
v Luncuran aktif dari dasar kolam
Tarikan renang gaya bebas adalah sumber pokok dari luncuran dan oleh perenang dijadikan sebagai satu – satunya sumber dorongan atau luncuran.
7. Pernafasan
Pernafasan pada gaya bebas sangat mempengaruhi badan dalam streamrine. Putaran kepala untuk pernafasan haruslah dilaksanakan dengan axl (sumbu putaran) garis sepanjang badan. Sehingga kepala tidak akan naik terlalu tinggi dari permukaan air. Pengambilan udara dilakukan dengan mulut. Dengan kata lain, pengambilan nafas dilakukan melalui mulut dengan cara memiringkan kepala ke kanan atau ke kiri dimulai setelah akhir dari gerakan tangan menarik (pull). Kemudian setelah istirahat (Recovery) kepala segera masukkan ke dalam air keluarkajn udara dari mulut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari masuknya air ke hidung dan untuk mempersingkat waktu pengambilan udara karena harus dilakukan dengan cepat.
Cara – cara pengambilan nafas :
v Lengan kanan diayunkan ke belakang sampai dibelakang pantat. Bersamaan dengan gerakan ini, kepala menengok kea rah kanan sambil membuka mulut dan menghirup udara. Lengan kiri bergerak ke atas air menuju kea rah depan. Pada saat yang sama melakukan gerakan lengan kanan dan menghirup udara.
v Lengan kiri diayunkan ke belakang seperti halnya lengan kanan tadi, lengan kanan bergerak ke depan. Kepala kembali menghadap ke dasar kolam sambil menghembuskan udara melalui hidung atau mulut air.
v Sikap awal berdiri kangkang muka belakang di dasar kolam dangkal
v Badan membungkuk, lengan kanan kea rah depan, lengan kiri kea rah belakang.
v Kepala masuk ke dalam air.
Bentuk – bentuk latihan pernafasan
v Menghadap pinggir kolam dengan kedua tangan berpegangan pada parit (dikolam yang dangkal), rendahkan kedua lutut hingga kepala masuk ke dalam air. Putar leher ke kanan atau ke kiri, pada saat mulut berada di atas permukaan air hirup udara sebanyak – banyaknya melalui mulut, kemudian putar kembali dan pada saat mulut berada di dalam air keluarkan udara.
v Latihan mengambil nafas diawali dengan meluncur dari pinggir kolam.
8. Rangkaian renang gaya bebas secara keseluruhan
Rangkaian renang gaya bebas terdiri dari :
v Posisi badan
v Gerakan kaki
v Gerakan Lengan
v Gerakan pengambilan nafas
v Pengambilan nafas
9. Latihan koordinasi gerakan
Latihan koordinasi gerakan yaitu melakukan beberapa gerakan dalam suatu rangkaian latihan, sebelum latihan renang gaya bebas, secara keseluruhan.
Beberapa macam latihan koordinasi gerakan antara lain :
v Latihan gerakan lengan dan mengambil nafas diawali dengan meluncur dari pinggir kolam.
v Latihan gerakan kaki, lengan, dan mengambil nafas.
Apabila teknik-teknik dasar renang gaya bebas tersebut sudah dikuasai dengan baik, berarti anda telah dapat melakukan renang gaya bebas (crawl).
Untuk meningkatkan ketrampilan renang diperlukan latihan dyang intensif dan sungguh-sungguh.
2.4. Membedakan renang gaya bebas dengan gaya punggung
Ada banyak perbedaan yang terjadi antara renang gaya bebas dengan renang gaya punggung. Perbedaan antara lain :
1. Posisi badan
seperti yang tercantum dimuka bahwa dalam renang gaya bebas, posisi badan harus horisontal, walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air, sedangkan
pada renang gaya pungung, posisi badan terlentang. Untuk mempertahankan posisi tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
a. dada, bahu, dan panggul berada di dalam air
b. wajah berada sedikit diatas permukaan air sehingga dapat leluasa untuk mengambil nafas
c. kedua kaki lebih rendah dari punggung dan secara bergantian menendang air.
2. Gerakan kaki
gerakan kaki pada gaya punggung pada prinsipnya sama dengan gerakan kaki pada gaya bebas, hanya dalam posisi terbalik.
Bentuk-bentuk latihan gerakan kai :
a. duduk di pinggir kolam kedua kaki diluruskan ke dalam air, kemudian lakukan gerakan kaki
b. dengan posisi terlentang, kedua tangan pepegang pinggir kolam
c. dengan posisi terlentang menggunakan pelampung
3. Pernafasan
pengambilan nafas gaya punggung sangat berbeda dengan gaya bebas. Pengambilan nafas gaya punggung lebih mudah karena mulut dan hidung selalau diatas permukaan air, tinggal mengatur waktunya saja.
2.5. Membedakan renang gaya bebas dengan gaya kupu-kupu
Pola renang gaya bebas mempunyai persamaan dan perbedaan dengan pola gaya renang kupu-kupu. Persamaan terletak pada teknik meluncurnya. Sedangkan perbedaannya terletak pada gerakan lengan.
Gerakan lengan
v Pada renang gaya bebas terdapat 3 macam gerakan lengan, yaitu gerakan menarik (pull), mendorong (push), dan istirahat (recovery). Sedangkan
v Pada saat renang gaya kupu-kupu, terdapat dua macam gerakan renang, yaitu saat lengan diatas air dan dibawah air.
2.6. Membedakan renang gaya bebas dengan gaya dada
Yang membedakan gaya bebas dengan gaya dada adalah dari teknik gerakan kaki. Adapun cara untuk melakukan gerakan kaki pada renang gaya dada adalah :
v Tarik kedua kaki mendekati pinggul, kedua paha agak terbuka, putar pergelangan kaki menghadap kaluar dan siap mendorong
v Dorongkan kedua kaki secara bersamaan ke belakang agak menyamping hingga membentuk ½ lingkaran di bawah permukaan air.
2.7. keterampilan dasar renang pertolongan kecelakaan air
Dalam kegiatan di air baik berenang ataupun yang lain, untuk melakukan pertolongan kecelakaan yang terjadi di air, seorang penolong harus menguasai dan pandai berenang. Jadi harus mengerti dan menguasai teknik dasar renang.
v Teknik dasar renang meliputi
v Gerakan mengapung
v Gerakan meluncur
v Cara bernafas di dalam air
Hal – hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan di kolam renang adalah sebagai berikut :
Di larang mendorong orang lain dari pinggir kolam
Tidak berenang di tempat dalam sebelum menguasai renang
Dilarang meloncat dari pinggir kolam di tempat – tempat orang berkumpul
Dilarang meloncat di daerah kolam yang dangkal dengan posisi menekuk
Dilarang membasuh muka di pinggir kolam, hingga memungkinkan tergelincir ke dalam kolam
Berenang memakai baju renang
Memahami teknik – teknik dasar renang dengan baik dan benar
2.8. Ketrampilan renang membawa korban
Menolong orang kecelakaan dalam air, penolong sendiri harus dapat berenang dan cara menolongnya harus benar sehingga meringankan kemungkinan fatal pada si korban.
Gaya berenang yang paling mudah dilakukan dan digunakan untuk menolong korban kecelakaan di air adalah gaya bebas.
Maka dari itu coba berlatih renang gaya bebas.
v Latihan gerakan gaki gaya bebas
gerakan kaki dipukulkan ke atas dan kebawah secara bergantian, gerakannya dimulai dari pangkal paha.
v Latihan gerakan lengan untuk gaya bebas
Ø Gerakan tangan memutar dari bawah lewat samping telinga
Ø Yang dimasukkan lebih dahulu adalah ujung jari, saat memasukkan ujung jari berusaha membuat bidang sekecil mungkin.
Ø Saat – saat mendayung berusaha sekuat mungkin hingga badan maju dengan cepat.
Ø Siku – siku lurus di tarik sejajar dengan badan
v Cara bernafas
Cara pengambilan nafas, sewaktu tagan ditarik kebelakang, maka posisi kepala miring ke kanan / ke kiri.
Pada saat itulah gunakan untuk mengambil nafas lewat mulut dan dilepaskan di dalam air.
Find Blog
Tampilkan postingan dengan label hoby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hoby. Tampilkan semua postingan
Rabu, 20 Januari 2010
terjadinya sejarah renang di indonesia
Sejak sebelum kemerdekaan, di negara kita telah ada beberapa kolom renang yang indah dan baik. Akan tetapi pada waktu itu, kesempatan bagi orang-orang Indonesia untuk belajar berenang tidak mungkin. Hal ini disebabkan setiap kolam renang yang dibangun hanyalah diperuntukkan bagi para bangsawan dan penjajah saja.
Memang waktu itu ada juga kolam renang yang dibuka bagi masyarakat banyak, akan tetapi harga tiket masuk sedemikian tingginya, sehinggara para pengunjung tertentu tidak bisa membayar tiket masuk untuk berenang.
Salah satu dari sekian banyak kolam renang yang dibangun setelah tahun 1900 adalah kolam renang Cihampelas di Bandung yang didirikan pada tahun 1904. Sesuai dengan tempat kelahiran kolam renang Cihampelas, maka awal dari kegiatan olahraga renang di Indonesia dapat dikatakan mulai dari Bandung.
Pertama-tama berdiri perserikatan berenang diberi nama Bandungse Zwembond atau Perserikatan Berenang Bandung, didirikan pada tahun 1917, perserikatan ini membawahi 7 perkumpulan yang diantaranya adalah perkumpulan renang di lingkungan sekolah seperti halnya OSVIA, MULO dan KWEEKSCHOOL.
Selain Bandung, Jakarta dan Surabaya juga mendirikan perkumpulan-perkumpulan berenang dalam tahun yang sama. Kemudian barulah di tahun 1918 berdiri West Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa barat dan pada tahun 1927 berdiri pula Oost Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa Timur yang beranggotakan kota-kota seperti : Malang, Surabaya, Pasuruan, Blitar dan Lumajang. Sejak saat itu pula mulai diadakan pertandingan maupun antar daerah. Bahkan kejuaraan-kejuaraan itu, rekor-rekornya juga menjadi rekor di negeri Belanda.
Dalam tahun 1934, peloncat indah masing-masing Haasman dan Van de Groen, berhasil keluar sebagai juara pertama dan kedua dalam nomor-nomor papan 3 meter dan menara. Pada Far Eastern Games di Manila, Philipina (kini kegiatan itu berkembang menjadi Asian Games sejak tahun 1951). Kedua peloncat itu juga menjadi utusan Hindi Belanda.
Di tahun 1936, Pet Stam seorang Hindia Belanda berdasarkan rekornya 0:59.9 untuk 100 meter gaya bebas yang dicatat di kolam renang Chiampelas Bandung, berhasil dikirim untuk ambil bagian dalam Olimpiade Berlin atas nama negeri Belanda. Dua orang peloncat indah masing-masing Haasman di bagian putera dan Kiki Heckle turut pula ambil bagian dalam Olimpiade Berlin, dimana peloncat putri menduduki urutan ke 8.
Hingga tahun 1940, Nederlands Indishce Zwembond atau NIZB telah beranggotakan 12.00 perenang. Pada zaman pendudukan Jepang tahun 1943 - 1945, kesempatan untuk bisa berenang bagi bangsa Indonesia semakin besar. Oleh karena pemerintahan pendudukan Jepang, membuka seluruh kolam renang di tanah air untuk masyarakat umum. Periode tahun 1945, perkembangan olahraga renang di tanah air praktis menurun, karena saat itu bangsa Indonesia dalam kancah perjuangan melawan penjajah.
Hingga tanggal 20 Maret 1951, dunia renang Indonesia praktis berada di bawah pimpinan Zwembond Voor Indonesia (ZBVI) dan kemudian sejak tanggal 21 Maret 1951 lahirlah Persatuan Berenang Seluruh Indonesia yang kemudian disingkat PBSI. Kongresnya yang pertama di Jakarta, berhasil mengukuhkan Ketua yang pertama, Prof. dr. Poerwo Soedarmo, dibantu oleh wakil ketua, sekretaris, bendahara dan komisi teknik.
Sejak saat itu, olahraga renang Indonesia setahap demi setahap maju dan berkembang serta selanjutnya dalam tahun 1952, PBSI menjadi anggota resmi dari Federasi Renang Dunia - FINA (singkatan dari Federation Internationale de Nation). dan International Olympic Committee (IOC).
Hingga tahun 1952 telah terdaftar sebanyak 29 perkumpulan, tergabung dalam PBSI. Oleh karena itu kemudian didirikan top-top organisasi olahraga berenang di tingkat daerah. Perkembangan olahraga berenang di Indonesia kian hari kian berkembang, hal ini ditandai dengan penyelenggaraan perlombaan renang hampir setiap tahun di tingkat nasional. Begitu pula halnya dalam setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON), cabang olahraga renang menjadi nomor-nomor utama.
Dengan makin berkembangnya prestasi olahraga renang di Indonesia pada tahun 1952, Indonesia mengirimkan duta-duta renangnya ke arena Olympiade di Helsinki, kemudian tahun 1953 kembali Indonesia ambil bagian dalam Youth Festival di Bukarest. Pada tahun 1954 regu polo air Indonesia dikirim untuk mengikuti Asian Games ke II di Manila, Philipina.
Pada tahun 1954, berlangsung kongres PBSI ke II, diselenggarakan di Bandung dengna menghasilkan susunan pengurus yang diketuai oleh D. Seoprajogi, ditambah satu sekretaris, bendahara dan 3 komisi teknik. Kongres PBSI yang ke III diselenggarakan di Cirebon, dimana dalam kongres ini memilih kembali kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap di jabat D. Soeprajogi, ditambah 3 pengurus lainnya.
Untuk ke IV kalinya PBSI menyelenggarakan kongres pada tahun 1957 di Makasar (sekarang Ujung Pandang) Kongres ini menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya memilih susunan kepengurusan yang baru dengan ketua D. Soeprajogi. Kemudian atas permintaan peserta kongres istilah persatuan dalam singkatan PBSI, diganti menjadi Perserikatan. Dengan demikian PBSI dalam hal ini menjadi singkatan dari Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia.
Di tahun 1959 diadakan Kejuaraan Nasional Renang. Kejuaraan ini untuk pertama kalinya mengadakan pemisahan antara Senior dan Junior di Malang, Jawa Timur. Berlangsung pula kongres PBSI ke V, dimana pada kongres itu disamping memilih kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap dipercayakan kepada D. Soeprajogi, juga kongres ini merubah nama Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) menjadi Perserikatan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).
Perubahan ini timbul dengan pertimbangan bahwa terdapatnya dua induk organisasi olahraga yang mempunyai singkatan sama PBSI. Selain cabang olahraga renang, singkatan ini juga digunakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Pada Kongres di Malang Jawa Timur Ketua PRSI, D. Soeprajogi di dampingi oleh 2 wakil ketua, dua sekretaris, bendahara, pembantu umum ditambah komisi teknik dengan 2 orang anggota.
Kemajuan olahraga renang secara keseluruhan berkembang kian pesat dan dalam tahun 1962, berhasil menampilkan nama-nama besar seperti Achmad Dimyati, Mohamad Sukri di bagian putera, sementara Iris, Tobing, Lie Lan Hoa, Eny Nuraeni serta banyak lagi di bagian puteri. Dalam tahun 1963 di Jakarta, kembali PRSI menyelenggarakan kongres dan berhasil menyusun kepengurusan baru dengan ketua umum D. Soeprajogi.
Selanjutnya di dampingi 3 orang ketua, 2 orang renang, loncat indah dan polo air. Keputusan lain yang diperoleh dalam kongres PRSI ke VI itu adalah merubah kembali istilah "Persatuan". Hingga sekarang PRSI merupakan singkatan dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia. Meskipun dalam falsafahnya bahwa olahraga itu tidak bisa dikaitkan dengan politik. Namun dalam kenyatannya perkembangan politik di dalam negeri pada waktu itu membawa pengaruh besar terhadap perkembangan olahraga.
Pada tahun 1963 Indonesia harus mengundurkan diri dari pesta olahraga GANEFO, dimana pesertanya ada beberapa negara yang memang belum menjadi anggota FINA. Untuk menghindarkan kemungkinan adanya skorsing, Indonesia dalam hal ini PRSI mengambil langkah pengunduran diri sebagai anggota FINA. Pada tahun 1966, Indonesia kembali menjadi anggota FINA. Pada tahun itu Indonesia mengambil bagian dalam Asian Games ke V di Bangkok.
Musyawarah PRSI ke VII berlangsung kembali di Jakarta pada tanggal 24 - 27 April 1968. Salah satu keputusannya mengukuhkan kepengurusan baru PRSI dengan ketua umum tetap dipercayakan kepada D. Soeprayogi, di tambah dengan 2 orang ketua, 2 sekretaris, bendahara dan panitia teknik yang terdiri atas 3 orang masing-masing untuk renang, loncat indah dan polo air.
Memang waktu itu ada juga kolam renang yang dibuka bagi masyarakat banyak, akan tetapi harga tiket masuk sedemikian tingginya, sehinggara para pengunjung tertentu tidak bisa membayar tiket masuk untuk berenang.
Salah satu dari sekian banyak kolam renang yang dibangun setelah tahun 1900 adalah kolam renang Cihampelas di Bandung yang didirikan pada tahun 1904. Sesuai dengan tempat kelahiran kolam renang Cihampelas, maka awal dari kegiatan olahraga renang di Indonesia dapat dikatakan mulai dari Bandung.
Pertama-tama berdiri perserikatan berenang diberi nama Bandungse Zwembond atau Perserikatan Berenang Bandung, didirikan pada tahun 1917, perserikatan ini membawahi 7 perkumpulan yang diantaranya adalah perkumpulan renang di lingkungan sekolah seperti halnya OSVIA, MULO dan KWEEKSCHOOL.
Selain Bandung, Jakarta dan Surabaya juga mendirikan perkumpulan-perkumpulan berenang dalam tahun yang sama. Kemudian barulah di tahun 1918 berdiri West Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa barat dan pada tahun 1927 berdiri pula Oost Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa Timur yang beranggotakan kota-kota seperti : Malang, Surabaya, Pasuruan, Blitar dan Lumajang. Sejak saat itu pula mulai diadakan pertandingan maupun antar daerah. Bahkan kejuaraan-kejuaraan itu, rekor-rekornya juga menjadi rekor di negeri Belanda.
Dalam tahun 1934, peloncat indah masing-masing Haasman dan Van de Groen, berhasil keluar sebagai juara pertama dan kedua dalam nomor-nomor papan 3 meter dan menara. Pada Far Eastern Games di Manila, Philipina (kini kegiatan itu berkembang menjadi Asian Games sejak tahun 1951). Kedua peloncat itu juga menjadi utusan Hindi Belanda.
Di tahun 1936, Pet Stam seorang Hindia Belanda berdasarkan rekornya 0:59.9 untuk 100 meter gaya bebas yang dicatat di kolam renang Chiampelas Bandung, berhasil dikirim untuk ambil bagian dalam Olimpiade Berlin atas nama negeri Belanda. Dua orang peloncat indah masing-masing Haasman di bagian putera dan Kiki Heckle turut pula ambil bagian dalam Olimpiade Berlin, dimana peloncat putri menduduki urutan ke 8.
Hingga tahun 1940, Nederlands Indishce Zwembond atau NIZB telah beranggotakan 12.00 perenang. Pada zaman pendudukan Jepang tahun 1943 - 1945, kesempatan untuk bisa berenang bagi bangsa Indonesia semakin besar. Oleh karena pemerintahan pendudukan Jepang, membuka seluruh kolam renang di tanah air untuk masyarakat umum. Periode tahun 1945, perkembangan olahraga renang di tanah air praktis menurun, karena saat itu bangsa Indonesia dalam kancah perjuangan melawan penjajah.
Hingga tanggal 20 Maret 1951, dunia renang Indonesia praktis berada di bawah pimpinan Zwembond Voor Indonesia (ZBVI) dan kemudian sejak tanggal 21 Maret 1951 lahirlah Persatuan Berenang Seluruh Indonesia yang kemudian disingkat PBSI. Kongresnya yang pertama di Jakarta, berhasil mengukuhkan Ketua yang pertama, Prof. dr. Poerwo Soedarmo, dibantu oleh wakil ketua, sekretaris, bendahara dan komisi teknik.
Sejak saat itu, olahraga renang Indonesia setahap demi setahap maju dan berkembang serta selanjutnya dalam tahun 1952, PBSI menjadi anggota resmi dari Federasi Renang Dunia - FINA (singkatan dari Federation Internationale de Nation). dan International Olympic Committee (IOC).
Hingga tahun 1952 telah terdaftar sebanyak 29 perkumpulan, tergabung dalam PBSI. Oleh karena itu kemudian didirikan top-top organisasi olahraga berenang di tingkat daerah. Perkembangan olahraga berenang di Indonesia kian hari kian berkembang, hal ini ditandai dengan penyelenggaraan perlombaan renang hampir setiap tahun di tingkat nasional. Begitu pula halnya dalam setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON), cabang olahraga renang menjadi nomor-nomor utama.
Dengan makin berkembangnya prestasi olahraga renang di Indonesia pada tahun 1952, Indonesia mengirimkan duta-duta renangnya ke arena Olympiade di Helsinki, kemudian tahun 1953 kembali Indonesia ambil bagian dalam Youth Festival di Bukarest. Pada tahun 1954 regu polo air Indonesia dikirim untuk mengikuti Asian Games ke II di Manila, Philipina.
Pada tahun 1954, berlangsung kongres PBSI ke II, diselenggarakan di Bandung dengna menghasilkan susunan pengurus yang diketuai oleh D. Seoprajogi, ditambah satu sekretaris, bendahara dan 3 komisi teknik. Kongres PBSI yang ke III diselenggarakan di Cirebon, dimana dalam kongres ini memilih kembali kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap di jabat D. Soeprajogi, ditambah 3 pengurus lainnya.
Untuk ke IV kalinya PBSI menyelenggarakan kongres pada tahun 1957 di Makasar (sekarang Ujung Pandang) Kongres ini menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya memilih susunan kepengurusan yang baru dengan ketua D. Soeprajogi. Kemudian atas permintaan peserta kongres istilah persatuan dalam singkatan PBSI, diganti menjadi Perserikatan. Dengan demikian PBSI dalam hal ini menjadi singkatan dari Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia.
Di tahun 1959 diadakan Kejuaraan Nasional Renang. Kejuaraan ini untuk pertama kalinya mengadakan pemisahan antara Senior dan Junior di Malang, Jawa Timur. Berlangsung pula kongres PBSI ke V, dimana pada kongres itu disamping memilih kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap dipercayakan kepada D. Soeprajogi, juga kongres ini merubah nama Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) menjadi Perserikatan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).
Perubahan ini timbul dengan pertimbangan bahwa terdapatnya dua induk organisasi olahraga yang mempunyai singkatan sama PBSI. Selain cabang olahraga renang, singkatan ini juga digunakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Pada Kongres di Malang Jawa Timur Ketua PRSI, D. Soeprajogi di dampingi oleh 2 wakil ketua, dua sekretaris, bendahara, pembantu umum ditambah komisi teknik dengan 2 orang anggota.
Kemajuan olahraga renang secara keseluruhan berkembang kian pesat dan dalam tahun 1962, berhasil menampilkan nama-nama besar seperti Achmad Dimyati, Mohamad Sukri di bagian putera, sementara Iris, Tobing, Lie Lan Hoa, Eny Nuraeni serta banyak lagi di bagian puteri. Dalam tahun 1963 di Jakarta, kembali PRSI menyelenggarakan kongres dan berhasil menyusun kepengurusan baru dengan ketua umum D. Soeprajogi.
Selanjutnya di dampingi 3 orang ketua, 2 orang renang, loncat indah dan polo air. Keputusan lain yang diperoleh dalam kongres PRSI ke VI itu adalah merubah kembali istilah "Persatuan". Hingga sekarang PRSI merupakan singkatan dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia. Meskipun dalam falsafahnya bahwa olahraga itu tidak bisa dikaitkan dengan politik. Namun dalam kenyatannya perkembangan politik di dalam negeri pada waktu itu membawa pengaruh besar terhadap perkembangan olahraga.
Pada tahun 1963 Indonesia harus mengundurkan diri dari pesta olahraga GANEFO, dimana pesertanya ada beberapa negara yang memang belum menjadi anggota FINA. Untuk menghindarkan kemungkinan adanya skorsing, Indonesia dalam hal ini PRSI mengambil langkah pengunduran diri sebagai anggota FINA. Pada tahun 1966, Indonesia kembali menjadi anggota FINA. Pada tahun itu Indonesia mengambil bagian dalam Asian Games ke V di Bangkok.
Musyawarah PRSI ke VII berlangsung kembali di Jakarta pada tanggal 24 - 27 April 1968. Salah satu keputusannya mengukuhkan kepengurusan baru PRSI dengan ketua umum tetap dipercayakan kepada D. Soeprayogi, di tambah dengan 2 orang ketua, 2 sekretaris, bendahara dan panitia teknik yang terdiri atas 3 orang masing-masing untuk renang, loncat indah dan polo air.
Sabtu, 16 Januari 2010
Pencak Silat sebagai pilihan wajib Sekolah Ekskul Jakarta
Assalamualaikum Wr.Wb
Alhamdulillah setelah sekian lama akhirnya Pencak Silat dimasukan sebagai olahraga Bela diri pilihan wajib Sekolah pada kegiatan Ekskul di sekolah-sekolah DKI Jakarta dengan keluarnya Surat Edaran No.176/SE/2009 oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Bp.Drs.H.Taufik Yudi Mulyanto.M.pd
Ini tidak lepas dari perjuangan insan-insan Pencak Silat di DKI Jakarta, yang di lakukan oleh Bp.Drs.Denny Herawan selaku Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Olah raga DKI Jakarta ( AGPORI ) dkk.
Sebelumnya beliau menjadi Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Pelajar DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang baru lalu. Beliau juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMK 30 Jakarta dan Wakil Ketua Dewan Pendekar PSN.Perisai Putih DKI Jakarta.
Ini kesempatan bagi Perguruan-perguruan Silat untuk mengembangkan Pencak Silat di sekolah-sekolah di DKI Jakarta.
Terima kasih kami sampaikan untuk semua pihak yang telah memperjuangkannya pada umumnya dan khususnya kepada Bp.Drs.H.Taufik Yudi Mulyanto.M.pd.
Wassalam
Sudirman Yan
Alhamdulillah setelah sekian lama akhirnya Pencak Silat dimasukan sebagai olahraga Bela diri pilihan wajib Sekolah pada kegiatan Ekskul di sekolah-sekolah DKI Jakarta dengan keluarnya Surat Edaran No.176/SE/2009 oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Bp.Drs.H.Taufik Yudi Mulyanto.M.pd
Ini tidak lepas dari perjuangan insan-insan Pencak Silat di DKI Jakarta, yang di lakukan oleh Bp.Drs.Denny Herawan selaku Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Olah raga DKI Jakarta ( AGPORI ) dkk.
Sebelumnya beliau menjadi Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Pelajar DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang baru lalu. Beliau juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMK 30 Jakarta dan Wakil Ketua Dewan Pendekar PSN.Perisai Putih DKI Jakarta.
Ini kesempatan bagi Perguruan-perguruan Silat untuk mengembangkan Pencak Silat di sekolah-sekolah di DKI Jakarta.
Terima kasih kami sampaikan untuk semua pihak yang telah memperjuangkannya pada umumnya dan khususnya kepada Bp.Drs.H.Taufik Yudi Mulyanto.M.pd.
Wassalam
Sudirman Yan
Ilmu Pencak Silat Batin
Kita selalu melihat para pendekar silat maupun pendekar kungfu, pendekar karate, judo dan sebagainya ketika beraksi sangat luar biasa. sekali tebas saja sudah mampu melumpuhkan lawan. bukan itu saja, meski lawan melebihi dari satu orangpun sipendekar mampu berkelit menyelamatkan diri, bahkan mampu melumpuhkan sipenyerang hingga tidak dapat berkutik.
Tentu semua yang dimiliki oleh sang pendekar merupakan ilmu silat yang didapat bukan sehari dua hari hingga mampu selihai/semahir itu. Dengan percaya diri yang kuat sekaligus dengan kekuatan tenaga dalam yang penuh mampu melumpuhkan satu persatu lawannya.
Karena untuk menjadi seorang yang mahir tidaklah gampang/mudah, sudah tentu memerlukan waktu yang panjang untuk dapat meyerap teknik silat yang banyak, dengan demikian maka ketangkasan baru dapat dimiliki secara sempurna.
Bagaimana kalau seseorang yang ingin menguasai ilmu silat tetapi tidak memiliki waktu yang cukup karena kesibukan atau kebutuhan yang mendesak? Misalnya belum pernah belajar silat tetapi tiba tiba dijalan yang sepi dihadang oleh penyamun/segerombolan preman yang mengancam nyawanya, atau tiba tiba rumah dimasuki maling lalu maling akan membunuhnya. banyak zaman sekarang ini yang harus diwaspadai dalam hal keselamatan diri atau keluarga. setidaknya mampu menyelamatkan diri walau tidak mampu melumpuhkan musuh.
Orang tua kita dulu banyak bercerita pengalaman mereka ketika bagaimana menyelamatkan diri dari para penjajah, apalagi melawan dan melumpuhkan perampok dengan mudahnya. semua yang mereka lakukan dalam upaya membela diri, membela keluarga bahkan membela negara dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Untuk mampu seperti itu diperlukan ketangkasan khusus yang disebut dengan pencak silat, kalau di negara jepang lebih dikenal dengan sebutan karate, dan di china menyebutnya kungfu. Mempelajari ilmu ketangkasan ini tidak cukup waktu sebentar, karena mempelajarinya diperlukan waktu berbulan hingga bertahun tahun agar dapat menguasainya dengan benar/tingkat mahir.
Tetapi ada suatu metode singkat dan instan bagaimana agar dapat menguasai silat tetapi tidak butuh waktu hingga berhari hari. sehingga meski kita tidak ada watu luang atau tidak tertarik dengan pencak silat namun kita dengan mudah menguasainya/memahirannya. lebih uniknya lagi, metode ini dapat menyerap semua teknik persilatan, teknik kungfu, teknik karate dan sebagainya.
Begitu dahsyatnya ilmu ini, walau untuk mendapatkan keahlian melompat bak kijang, terbang bak kelelawar, merayap bak cecak, menerkam bak harimau, melilit bak ular, mencakar bak elang, memanjat bak monyet, indah bak walangkadung, lembut bak tai chi, keras bak karate, kuncian bak judo dan sebagainya, namun semua itu dengan mudah dapat di miliki dengan sarana ilmu pencak silat bathin.
Adapun ilmu pencak silat batin sebagai berikut:
Bagi yang beragama islam di terlebih dahulu :
Berwudhu / mengambil air sembahyang.
Setelah berwudhu maka ambil tempat yang tidak berbahaya. diruangan terbuka atau diruangan tertutup, lalu memasang kuda-kuda berdiri dengan kaki terbuka lalu sikap seperti menyembah dengan menyatukan kedua tapak tangan sambil mata terpejam, lalu membaca:
1. Basmalah 1x
2. Dua kalimah sahadat 1x
3. La haula wala quwwata illa billahhil ‘aliyil ‘azim 1x
4. subhanallah 7x
5. Berfatihah kepada syeh abdul qodir zailani. 1x
lanjutkan membaca:
“Isim Abdik
Nyeluken pencak ibingan jurus…….(sebutkan gerak / permainan silat yang diinginkan seperti monyet, macan, ungfu, karate, judo dan sebaginya tetapi satu permainan saja untuk perdana)
isim abdik
Nyeluken sahadat
Nyeluken safa’at
Gusti allah nu maha suci”
lalu tarik nafas dalam
maka seketika tubuh akan bergetar lalu bergerak kesana kemari dengan sendirinya membentuk gerakan sesuai keinginan. Untuk pemula jangan memakai patner/lawan, karena semua gerakan belum terkontrol.
Anehnya, meski mata terpejam tetapi insting atau mata bathin terbuka lebar dan mengetahui sekelilingnya. walau serangan dari belakangpun akan dapat diketahui dan dielakkan bahkan dapat melumpuhkan serangan. Pada saat melakukan silat bathin ini kita seolah olah mengetahui isi hati orang dan sebagainya. sungguh luar biasa.
Apabila selalu dilatih maka ada pepatah “ala bisa karena biasa”, dengan sendirinya kita dapat mengendalikan dan mengontrolnya, sebab dalam melakukan silat batin diri kita dalam keadaan sadar 100% (seratus persen).
Suatu waktu apabila ada lawan yang akan membahayakan maka seketika kita akan mampu berkelit menyelamatkan diri dan kalau berkeinginan melumpuhkan pun dapat melakukanya dengan mudah. tidak perlu membaca lapal ilmu seperti diawal berlatih.
Khusus untuk muslim di anjurkan dalam hati ucapkan zikir asma allah..(allah-allah-allah)
Ada suatu pengalaman, karena asyiknya bermain pencak silat batin sehingga tidak dapat berhenti/terus bergerak dengan gerakan silat, jangan bigung atau ketakutan. ucapkan dalam hati “subhanallah” berulang ulang terus lemaskan seluruh tubuh. begitu juga apabila membantu memberhentikan teman yang sedang lakukan silat batin maka dengan lembut sentuh pundaknya dan ucapkan “subhanallah”. memberhentikan harus dengan kelembutan, tidak boleh memakai kekerasan.sangat berbahaya bagi orang lain yang memberhentikan, karena refleknya cukup tinggi. tetapi sebenarnya ilmu ini sangat bersahabat bagi orang yang berhati baik dan memakai kelembutan.
http://kibayu.wordpress.com/2009/06/29/ilmu-pencak-silat-batin/
Tentu semua yang dimiliki oleh sang pendekar merupakan ilmu silat yang didapat bukan sehari dua hari hingga mampu selihai/semahir itu. Dengan percaya diri yang kuat sekaligus dengan kekuatan tenaga dalam yang penuh mampu melumpuhkan satu persatu lawannya.
Karena untuk menjadi seorang yang mahir tidaklah gampang/mudah, sudah tentu memerlukan waktu yang panjang untuk dapat meyerap teknik silat yang banyak, dengan demikian maka ketangkasan baru dapat dimiliki secara sempurna.
Bagaimana kalau seseorang yang ingin menguasai ilmu silat tetapi tidak memiliki waktu yang cukup karena kesibukan atau kebutuhan yang mendesak? Misalnya belum pernah belajar silat tetapi tiba tiba dijalan yang sepi dihadang oleh penyamun/segerombolan preman yang mengancam nyawanya, atau tiba tiba rumah dimasuki maling lalu maling akan membunuhnya. banyak zaman sekarang ini yang harus diwaspadai dalam hal keselamatan diri atau keluarga. setidaknya mampu menyelamatkan diri walau tidak mampu melumpuhkan musuh.
Orang tua kita dulu banyak bercerita pengalaman mereka ketika bagaimana menyelamatkan diri dari para penjajah, apalagi melawan dan melumpuhkan perampok dengan mudahnya. semua yang mereka lakukan dalam upaya membela diri, membela keluarga bahkan membela negara dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Untuk mampu seperti itu diperlukan ketangkasan khusus yang disebut dengan pencak silat, kalau di negara jepang lebih dikenal dengan sebutan karate, dan di china menyebutnya kungfu. Mempelajari ilmu ketangkasan ini tidak cukup waktu sebentar, karena mempelajarinya diperlukan waktu berbulan hingga bertahun tahun agar dapat menguasainya dengan benar/tingkat mahir.
Tetapi ada suatu metode singkat dan instan bagaimana agar dapat menguasai silat tetapi tidak butuh waktu hingga berhari hari. sehingga meski kita tidak ada watu luang atau tidak tertarik dengan pencak silat namun kita dengan mudah menguasainya/memahirannya. lebih uniknya lagi, metode ini dapat menyerap semua teknik persilatan, teknik kungfu, teknik karate dan sebagainya.
Begitu dahsyatnya ilmu ini, walau untuk mendapatkan keahlian melompat bak kijang, terbang bak kelelawar, merayap bak cecak, menerkam bak harimau, melilit bak ular, mencakar bak elang, memanjat bak monyet, indah bak walangkadung, lembut bak tai chi, keras bak karate, kuncian bak judo dan sebagainya, namun semua itu dengan mudah dapat di miliki dengan sarana ilmu pencak silat bathin.
Adapun ilmu pencak silat batin sebagai berikut:
Bagi yang beragama islam di terlebih dahulu :
Berwudhu / mengambil air sembahyang.
Setelah berwudhu maka ambil tempat yang tidak berbahaya. diruangan terbuka atau diruangan tertutup, lalu memasang kuda-kuda berdiri dengan kaki terbuka lalu sikap seperti menyembah dengan menyatukan kedua tapak tangan sambil mata terpejam, lalu membaca:
1. Basmalah 1x
2. Dua kalimah sahadat 1x
3. La haula wala quwwata illa billahhil ‘aliyil ‘azim 1x
4. subhanallah 7x
5. Berfatihah kepada syeh abdul qodir zailani. 1x
lanjutkan membaca:
“Isim Abdik
Nyeluken pencak ibingan jurus…….(sebutkan gerak / permainan silat yang diinginkan seperti monyet, macan, ungfu, karate, judo dan sebaginya tetapi satu permainan saja untuk perdana)
isim abdik
Nyeluken sahadat
Nyeluken safa’at
Gusti allah nu maha suci”
lalu tarik nafas dalam
maka seketika tubuh akan bergetar lalu bergerak kesana kemari dengan sendirinya membentuk gerakan sesuai keinginan. Untuk pemula jangan memakai patner/lawan, karena semua gerakan belum terkontrol.
Anehnya, meski mata terpejam tetapi insting atau mata bathin terbuka lebar dan mengetahui sekelilingnya. walau serangan dari belakangpun akan dapat diketahui dan dielakkan bahkan dapat melumpuhkan serangan. Pada saat melakukan silat bathin ini kita seolah olah mengetahui isi hati orang dan sebagainya. sungguh luar biasa.
Apabila selalu dilatih maka ada pepatah “ala bisa karena biasa”, dengan sendirinya kita dapat mengendalikan dan mengontrolnya, sebab dalam melakukan silat batin diri kita dalam keadaan sadar 100% (seratus persen).
Suatu waktu apabila ada lawan yang akan membahayakan maka seketika kita akan mampu berkelit menyelamatkan diri dan kalau berkeinginan melumpuhkan pun dapat melakukanya dengan mudah. tidak perlu membaca lapal ilmu seperti diawal berlatih.
Khusus untuk muslim di anjurkan dalam hati ucapkan zikir asma allah..(allah-allah-allah)
Ada suatu pengalaman, karena asyiknya bermain pencak silat batin sehingga tidak dapat berhenti/terus bergerak dengan gerakan silat, jangan bigung atau ketakutan. ucapkan dalam hati “subhanallah” berulang ulang terus lemaskan seluruh tubuh. begitu juga apabila membantu memberhentikan teman yang sedang lakukan silat batin maka dengan lembut sentuh pundaknya dan ucapkan “subhanallah”. memberhentikan harus dengan kelembutan, tidak boleh memakai kekerasan.sangat berbahaya bagi orang lain yang memberhentikan, karena refleknya cukup tinggi. tetapi sebenarnya ilmu ini sangat bersahabat bagi orang yang berhati baik dan memakai kelembutan.
http://kibayu.wordpress.com/2009/06/29/ilmu-pencak-silat-batin/
Rabu, 13 Januari 2010
Sekilas Abah Andadinata – Margaluyu
Sekilas tentang sejarah Abah Andadinata.
Beliau dilahirkan didesa kecil Ranca Bayawak disebelah selatan kota Majalaya kira-kira 30 km dari kota Bandung. Sejak usia muda beliau berkelana ke seantero Jawa Barat untuk belajar silat dan spritual.
Mimpi yang ada didalam dirinya adalah bercita-cita menjadi sosok yang bisa menyumbangkan pengetahuannya kepada orang lain. Dengan tekad yang kuat tanpa mengenal, akhirnya Allah SWT mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Beliau menjadi seorang yang memiliki keterampilan silat luar dalam yang sangat tangguh.
Disisi lain beliau memiliki kepribadian yang prima berkat ketekunananya menjalankan syariat agama. Sehingga Abah Andadinata hingga saat ini dikenal sebagai pribadi yang keteladananya bisa menjadi contoh.
Pada awalnya beliau mendirikan gerak badan pencak Margaluyu pada dekade tahun 1920an, tetapi baru ditahun 1930 Margaluyu dikenal pada kalangan yang sangat terbatas. Mengingat kondisi pada saat itu adalah bukan saat yang tepat, mengingat Indonesia masih berada dalam era penjajahan yang tentunya bukanlah hal yang mudah untuk melatih beladiri secara terbuka.
Margaluyu mulai dikenal sejak abah Andadinata berhasil mengamankan daerah Cicalengka tepatnya desa Cikuya dari gangguan gerombolan sekitar tahun 1946. Oleh karena itu lurah desa Cikuya pada waktu itu bapak Ibrahim meminta beliau menetap di desa Cikuya untuk melatih sport (olah raga) Margaluyu-pusat kepada warga desa.
Dengan dibantu oleh Mang Ulis, Mang Andi Rohandi, Mang Suwandi dan Mang Uwen warga desa berlatih Gerak Badan Margaluyu. Dan baru pada tahun 1948 secara resmi Gerak Badan Penca Margaluyu-pusat didaftarkan ke PPSI dan Departemen Pendidikan & Kebudayaan
Sumber : Anggota Margaluyu
Di Publish untuk Silatindonesia.com
www.silatindonesia.com
Beliau dilahirkan didesa kecil Ranca Bayawak disebelah selatan kota Majalaya kira-kira 30 km dari kota Bandung. Sejak usia muda beliau berkelana ke seantero Jawa Barat untuk belajar silat dan spritual.
Mimpi yang ada didalam dirinya adalah bercita-cita menjadi sosok yang bisa menyumbangkan pengetahuannya kepada orang lain. Dengan tekad yang kuat tanpa mengenal, akhirnya Allah SWT mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Beliau menjadi seorang yang memiliki keterampilan silat luar dalam yang sangat tangguh.
Disisi lain beliau memiliki kepribadian yang prima berkat ketekunananya menjalankan syariat agama. Sehingga Abah Andadinata hingga saat ini dikenal sebagai pribadi yang keteladananya bisa menjadi contoh.
Pada awalnya beliau mendirikan gerak badan pencak Margaluyu pada dekade tahun 1920an, tetapi baru ditahun 1930 Margaluyu dikenal pada kalangan yang sangat terbatas. Mengingat kondisi pada saat itu adalah bukan saat yang tepat, mengingat Indonesia masih berada dalam era penjajahan yang tentunya bukanlah hal yang mudah untuk melatih beladiri secara terbuka.
Margaluyu mulai dikenal sejak abah Andadinata berhasil mengamankan daerah Cicalengka tepatnya desa Cikuya dari gangguan gerombolan sekitar tahun 1946. Oleh karena itu lurah desa Cikuya pada waktu itu bapak Ibrahim meminta beliau menetap di desa Cikuya untuk melatih sport (olah raga) Margaluyu-pusat kepada warga desa.
Dengan dibantu oleh Mang Ulis, Mang Andi Rohandi, Mang Suwandi dan Mang Uwen warga desa berlatih Gerak Badan Margaluyu. Dan baru pada tahun 1948 secara resmi Gerak Badan Penca Margaluyu-pusat didaftarkan ke PPSI dan Departemen Pendidikan & Kebudayaan
Sumber : Anggota Margaluyu
Di Publish untuk Silatindonesia.com
www.silatindonesia.com
SIN LAM BA Muka Dua dari Kebon Baru
SIN LAM BA
Muka Dua dari Kebon Baru
Golok di tangan kanannya membacok ke samping. Secepat kilat golok itu sudah berpindah ke tangan kiri. Kali ini tangannya menusuk ke depan. Dan, lagi-lagi, golok itu sudah berpindah tangan. Tak terlihat mata.
Ini jurus namanye Muka Dua, kata Haji Abdul Rauf, ahli waris Sin Lam Ba, setelah memperagakan jurus tersebut. Sin Lam Ba? Ya, aliran bela diri terkenal itu ternyata mengajarkan jurus golok.
Haji Toha bin Si’ing (1882-1972) adalah orang yang pertama membawa aliran silat ini ke Jakarta. Toha muda mendapat ilmunya dari Haji Odo di Karawang, yang dipercaya merupakan murid dari Syekh Abdul Karim, tokoh sufi terkenal yang mengembangkan tarekat Qadiriyah di Banten pada akhir abad ke-19.
Bertahun-tahun nyantri di pesantren gurunya, Toha hanya belajar agama dan menjadi penjaga masjid. Ketika hendak pamit, barulah Haji Odo mengizinkan dia mengambil salah satu kitab lontar yang ada di masjid. Kitab yangg dipilihnya berjudul Ilmu yang Bekerja Jika Dizalimi Orang Lain.
Toha, yang opsir polisi itu, lantas mewarisi ilmunya kepada putra-putranya, antara lain H Mugeni, H Sarbini, H Harun, dan H Rauf. Kakak saya, H Harun Ahmad (1914-2003), kemudian mendirikan wadah perguruan yang diberi nama Sin Lam Ba, kata Cang Rauf.
Sin Lam Ba yang berdiri pada 1971 itu semula diajarkan di Menteng Dalam, Menteng Pulo, Senen, Tebet, Kebon Baru, Cawang, dan Cipayung. Tapi kemudian berkembang ke seluruh Jakarta dan bahkan provinsi-provinsi lainnya.
Nama Sin Lam Ba yang asalnya dari tiga huruf aksara Arab itu ternyata singkatan dari sa’dah (kebahagiaan), latifah (kelembutan), dan barokah (keberkahan). Maknanya, murid-murid perguruan harus bersikap lemah lembut dan sabar untuk bisa mencapai kebahagiaan dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Terkadang ada juga yang memaknainya sahabat lahir batin, yang bermakna setiap murid harus mengembangkan sikap persahabatan terhadap sesama muslim, ujar Adi Gepeng Sofyan, murid Cang Rauf yang mengembangkan Sin Lam Ba di Bekasi.
Ciri khas perguruan ini adalah kombinasi jurus silat, pernapasan, dan amalan doa, yang menghasilkan tenaga dalam yang dapat menjatuhkan lawan dari jauh. Dulu ilmu ini sering disebut ilmu kontak karena lawan jatuh tanpa disentuh, kata Gepeng.
Selain itu, aliran ini masih memiliki beberapa ilmu silat yang unik, salah satunya adalah jurus Muka Dua yang memiliki karakter gerak sama dan seimbang untuk dua tangan. Dengan memindahkan senjata dari tangan ke tangan, Bisa mencegah senjata kita direbut lawan, kata Cang Rauf.
Muka Dua dari Kebon Baru
Golok di tangan kanannya membacok ke samping. Secepat kilat golok itu sudah berpindah ke tangan kiri. Kali ini tangannya menusuk ke depan. Dan, lagi-lagi, golok itu sudah berpindah tangan. Tak terlihat mata.
Ini jurus namanye Muka Dua, kata Haji Abdul Rauf, ahli waris Sin Lam Ba, setelah memperagakan jurus tersebut. Sin Lam Ba? Ya, aliran bela diri terkenal itu ternyata mengajarkan jurus golok.
Haji Toha bin Si’ing (1882-1972) adalah orang yang pertama membawa aliran silat ini ke Jakarta. Toha muda mendapat ilmunya dari Haji Odo di Karawang, yang dipercaya merupakan murid dari Syekh Abdul Karim, tokoh sufi terkenal yang mengembangkan tarekat Qadiriyah di Banten pada akhir abad ke-19.
Bertahun-tahun nyantri di pesantren gurunya, Toha hanya belajar agama dan menjadi penjaga masjid. Ketika hendak pamit, barulah Haji Odo mengizinkan dia mengambil salah satu kitab lontar yang ada di masjid. Kitab yangg dipilihnya berjudul Ilmu yang Bekerja Jika Dizalimi Orang Lain.
Toha, yang opsir polisi itu, lantas mewarisi ilmunya kepada putra-putranya, antara lain H Mugeni, H Sarbini, H Harun, dan H Rauf. Kakak saya, H Harun Ahmad (1914-2003), kemudian mendirikan wadah perguruan yang diberi nama Sin Lam Ba, kata Cang Rauf.
Sin Lam Ba yang berdiri pada 1971 itu semula diajarkan di Menteng Dalam, Menteng Pulo, Senen, Tebet, Kebon Baru, Cawang, dan Cipayung. Tapi kemudian berkembang ke seluruh Jakarta dan bahkan provinsi-provinsi lainnya.
Nama Sin Lam Ba yang asalnya dari tiga huruf aksara Arab itu ternyata singkatan dari sa’dah (kebahagiaan), latifah (kelembutan), dan barokah (keberkahan). Maknanya, murid-murid perguruan harus bersikap lemah lembut dan sabar untuk bisa mencapai kebahagiaan dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Terkadang ada juga yang memaknainya sahabat lahir batin, yang bermakna setiap murid harus mengembangkan sikap persahabatan terhadap sesama muslim, ujar Adi Gepeng Sofyan, murid Cang Rauf yang mengembangkan Sin Lam Ba di Bekasi.
Ciri khas perguruan ini adalah kombinasi jurus silat, pernapasan, dan amalan doa, yang menghasilkan tenaga dalam yang dapat menjatuhkan lawan dari jauh. Dulu ilmu ini sering disebut ilmu kontak karena lawan jatuh tanpa disentuh, kata Gepeng.
Selain itu, aliran ini masih memiliki beberapa ilmu silat yang unik, salah satunya adalah jurus Muka Dua yang memiliki karakter gerak sama dan seimbang untuk dua tangan. Dengan memindahkan senjata dari tangan ke tangan, Bisa mencegah senjata kita direbut lawan, kata Cang Rauf.
Senin, 11 Januari 2010
Houston Rockets

Jakarta - Sepak terjang Houston Rockets musim 2008 terbilang luar biasa. Catat saja, 22 laga berhasil disudahi dengan kemenangan di semua laga, yang membuat Rockets tercatat dalam rekor sebagai tim yang mencatat kemenangan berturut-turut terpanjang kedua dalam sejarah NBA.
Namun tak ada finis apik di penghujung musim ini. Rockets gagal mengulang prestasinya di tahun 1994 dan 1995, di mana mereka mengakhiri musim dengan keluar sebagai juara.
Musim ini, Rockets memadukan beberapa bintang dari luar dan dalam negeri seperti Yao Ming (Cina), Luis Scola (Argentina), Tracy McGrady dan Steve Francis (AS).
Profil
Wilayah: Barat
Divisi: Barat daya
Didirikan: 1967
Sejarah: San Diego Rockets 1967-1971, Houston Rockets 1971-.....
Arena: Toyota Center
Kota: Houston, Texas
Kostum tim: Merah, putih dan perak
Pemilik: Leslie Alexander
Manajer Umum: Daryl Morey
Kepala Pelatih: Rick Adelman
Prestasi
Juara NBA: 2 kali (1994 dan 1995)
Juara Konference: 4 kali (1981, 1986, 1994, 1995)
Juara Divisi: 4 kali (1977, 1986, 1993, 1994)
Roster:
Rafer Alston (12) - Point Guard - USA
Shane Battier (31) - Small Forward - USA
Aaron Brooks (0) - Point Guard - USA
Steve Francis (3) - Point Guard - USA
Mike Harris (19) - Small Forward - USA
Chuck Hayes (44) - Point Forward - USA
Luther Head - Shooting Guard - USA
Bobby Jackson - Point Guard - USA
Carl Landry (14) - Point Forward - USA
Tracy McGrady (1) - Shooting Guard - USA
Dikembe Mutombo (55) - Center - COD
Steve Novak (20) - Small Forward - USA
Luis Scola (4) - Forward/Cemter - ARG
Loren Woods (33) - Center - USA
Yao Ming (11) - Center – CHN
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)